Sunday, October 1, 2017

Bisnis Keperawanan di Balik Nikah Siri


Zaman edan. Seorang pria mengklaim ingin membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan jodoh dan menikah dengan mudah. Dia mendirikan sebuah laman bernama Nikahsirri.com.

Melalui situs itu, Aris Wahyudi, nama pria tersebut, menggelar lelang keperawanan dengan cara mudah dan murah.

Sejak dideklarasikan pada 19 September 2017, dia mengaku, mendapat tanggapan dari ratusan orang melalui surat elektronik (e-mail).

Mereka yang mengirim e-mail ada yang ingin menjadi mitra (peserta lelang) dan klien (pemilih lelang).
"Belum saya hitung, tapi kira-kira ada ratusan e-mail yang masuk," kata Aris di rumahnya, Jatiasih, Bekasi, Sabtu, 23 September 2017.

Dia mengatakan sempat tidak percaya situs yang baru dibuatnya itu bakal mendapat animo yang baik dari masyarakat.

Awalnya, dia hanya ingin membantu masyarakat yang miskin karena tidak memiliki uang untuk mengadakan pernikahan secara sah di mata agama.

"Ponsel saya sering berdering karena banyak yang menanyakan program ini," ujar Aris.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengungkapkan, situs Nikahsirri.com mampu menjaring ribuan orang dalam waktu singkat. Situs itu memiliki 2.700 klien sejak peluncurannya sepekan kemarin.



Bukan Pelacuran
Aris berkukuh program nikah siri yang digagasnya itu jauh berbeda dengan pelacuran. Pada sistem pelacuran, nilai yang diberikan oleh pria ditentukan oleh muncikari dan perempuan yang dipilih dipaksa harus melayani.

"Beda. Kalau ini kan antara kedua belah pihak. Kalau mereka menolak, justru nanti rating (peringkat) mereka di situs akan turun," ujar Aris saat berbincang di kediamannya, Sabtu, 23 September.
Menurut dia, Nikahsirri.com hanya menjadi fasilitator bagi pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan.

Ada dua kategori bagi pengguna akun ini, yaitu mitra (pihak yang akan dipilih) dan klien (pihak yang akan memilih pasangan).

Kategori mitra tidak selalu melekat pada kaum perempuan, tapi bisa juga laki-laki yang ingin mencari pasangan.

Setiap klien diwajibkan minimal membeli satu koin mahar seharga Rp 100.000 lewat transfer rekening bank milik Aris.

Klien lalu menyerahkan bukti pembayaran lewat social media WhatsApp ke nomor ponsel Aris.
Secara otomatis, klien akan memperoleh akun dan kata kunci untuk masuk ke situs tersebut. Koin mahar berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan serta diperjualbelikan.

Namun, dalam programnya tersebut, Aris tidak menampik bahwa pihaknya mengambil keuntungan dalam bisnis nikah siri. Menurut dia, adalah hal yang wajar jika pengelola akun berhak memperoleh sekitar 10 sampai 20 persen dari nilai mahar yang diberikan klien kepada mitra (peserta nikah siri), karena telah mendirikan akun itu.

"Kalau klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami akan mengambil 20 persen dari nilai mahar. Sementara sisanya 80 persen diserahkan ke pihak mitra," ucap dia.

Aris meyakini, potongan biaya sebesar 20 persen itu tidak akan memberatkan pihak mitra yang berstatus sebagai peserta lelang. Itu karena, potongan 20 persen dari tiap mahar para mitra akan digunakan untuk biaya operasional admin.

"Sebetulnya kita belum menetapkan besaran biaya, tapi kira-kira 10 sampai 20 persen," ujar Aris Wahyudi.

No comments:

Post a Comment

5 Pesulap Paling Cantik dan Seksi di Dunia. Salah Satunya dari Indonesia!

Inforajabaru.blogspot.com - Seorang pesulap atau yang populer di sebut magician selalu mengundang decap kagum bagi banyak orang. 5 Pesu...